oleh

Modalku Fokus Meningkatkan Pelayanan Cepat, Prima dan Terarah

LENTERA, TEKNOFintech Modalku menargetkan pertumbuhan bisnis minimal sama seperti satu tahun belakangan dengan minimal penyaluran kredit hingga Rp 3 triliun. Meski demikian, CEO Modalku, Reynold Wijaya mengatakan tidak terlalu mengejar target ekspansi bisnis.

Sebab, fintech adalah adalah dunia yang dinamis sehingga target pertumbuhan akan dievaluasi setiap waktu. “Kita pasti ingin tumbuh, minimal sama seperti tahun lalu, pembiayaan Rp 3 triliun, yang jelas kita akan lebih agresif,” kata dia dalam perayaan ulang tahun ketiga Modalku di Jakarta Pusat pada Rabu, 23 Januari 2019.

BACA JUGA Fintech Modalku Salurkan Rp 2,2 Triliun untuk UMKM

Menurutnya, Modalku akan lebih fokus meningkatkan pelayanan yang lebih cepat, prima dan terarah. Ia ingin lebih banyak melayani UMKM Indonesia dan membantu pemerintah meningkatkan inklusi keuangan Indonesia yang tahun ini ditargetkan mencapai 75 persen.

COO Modalku, Iwan Kurniawan menambahkan tahun ini mereka fokus pada tiga tujuan. Pertama meningkatan kepatuhan terhadap regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sejak berdiri, Modalku selalu menaati regulasi yang ada agar pertumbuhan industri P2P lending di Indonesia kuat namun tetap sehat.

Tahun ini, kepatuhan hukum atau complience akan lebih ditekankan agar industri P2P lending semakin terorganisir dan berkomitmen terhadap perlindungan konsumen. Kedua, Modalku akan memperluas kerja sama dengan e-commerce.

Di tahun 2018, Modalku meluncurkan Saldo Prioritas bersama Tokopedia sebagai layanan untuk melancarkan arus kas penjual online. Tahun ini, pinjaman usaha bagi e-commerce akan diperluas dan terus diperbarui.

“Ketiga, kami ingin meningkatkan kecepatan layanan terutama pencairan dana, dari yang biasanya 4-5 hari menjadi 1-2 hari,” kata dia.

Peminjaman untuk usaha mikro biasanya berkisar Rp 5 juta, sementara usaha kecil bisa mencapai Rp 500 juta. Untuk usaha menengah pinjaman bisa mencapai Rp 2 miliar.

Hingga 2018, Modalku telah menyalurkan kredit sebesar Rp 2,2 triliun di Indonesia. Sementara di kawasan Asia Tenggara termasuk Singapura, Indonesia dan Malaysia, total pembiayaan sekitar Rp 4 triliun.

Sumber: Republika.co.id

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News